INTERFACE ( ANTARMUKA )
Dalam
penggunaan umum, sebuah antarmuka, penghubung atau interface
adalah sebuah titik, wilayah, atau permukaan di mana dua zat atau benda berbeda
bertemu; dia juga digunakan secara metafora untuk perbatasan antara benda. Kata
interface kadangkala (biasanya dalam bidang teknik) disingkat menjadi
"i/f".
Bentuk
kerja dari interface berarti menghubungkan dua atau lebih benda pada
suatu titik atau batasan yang terbagi, atau untuk menyiapkan kedua benda untuk
tujuan tersebut.
Kata
interface juga memiliki arti khusus:
- antarmuka pengguna adalah fungsi dan atribut sensor dari suatu sistem (aplikasi, perangkat lunak, kendaraan, dll) yang berhubungan dengan pengoperasiannya oleh pengguna.
- Dalam elektronik dan teknik komputer, sebuah antarmuka dapat berarti:
- Batasan fisik dari dua subsistem atau alat.
- Sebuah bagian atau sirkuit di beberapa subsistemyang mengirim atau menerima sinyal ke atau dari subsistem lainnya: antarmuka jaringan, antarmuka video, kartu network.
- Sebuah standar yang menjelaskan sebuah himpunan karakteristik yang berfungsi, karakteristik interkoneksi fisik umum, dan karakteristik signal untuk pertukaran data atau signal; antarmuka USB, antarmuka SCSI.
- Dalam telekomunikasi, sebuah titik interkoneksi antara pengguna peralatan terminal dan fasilitas komunikasi komersial.
- Dalam teknik perangkat lunak, ia adalah sebuah spesifikasi dari properti sebuah komponen software yang komponen lainnya dapat bergantung kepadanya: lihat antarmuka (ilmu komputer).
- Dalam kimia, ia adalah permukaan antara dua fase yang berbeda dalah campuran "heterogeneous".
- Dalam geologi, ia mungkin juga sebuah permukaan atau lapisan "anomalous" antara dua "epoch" geologikal yang berbeda atau jenis batuan.
PRINSIP DASAR ANTARMUKA HANDSAKING
DAN PROTOKOL
Handsaking
Umumnya handsaking lebih dikenal dengan jabat
tangan, namun definisi handsaking yang sebenarnya adalah pertukaran signal yang
ditentukan saat hubungan dilakukan antara dua terminal. Handsaking merupakan
prinsip dasar dari suatu hubungan pada sebuah interfacing.
Di dalam komunikasi telepon, handshaking adalah pertukaran
informasi antar dua modem dan persetujuan yang menghasilkan tentang protokol
dimana untuk menggunakan yang mendahului masing-masing sambungan telepon. Agar
dapat dengar handshaking dalam memamah dan bunyi lain manakala kamu membuat
suatu dial-out panggil dari komputer.
Karena modem pada masing-masing punya kemampuan berbeda, mereka
harus menginformasikan satu sama lain dengan kecepatan transmisi yang paling
tinggi yang mereka dapat kedua-duanya. Pada yang lebih tinggi kecepatan, modems
harus menentukan panjang keterlambatan garis sedemikian sehingga gema
cancellers dapat digunakan dengan baik.
Perangkat keras atau perangkat lunak aktivitas
yang ditentukan merancang untuk menetapkan atau memelihara dua program atau
mesin di dalam sinkhronisasi. Handshaking sering berhubungan dengan pertukaran
paket atau pesan data antara dua sistem dengan penyangga terbatas. Suatu
kekuatan protokol handshaking sederhana hanya melibatkan penerima yang
mengirimkan suatu maksud pesan "Aku menerima pesan akhir dan aku siap
untuk mengirimkan data yang lain." Suatu protokol handshaking lebih rumit
mungkin mengijinkan pengirim untuk penerima jika ia adalah siap untuk menerima
atau untuk penerima untuk menjawab dengan suatu hal negatif pengakuan maksud
" Aku tidak menerima pesan akhir dengan tepat, menyenangkan mengirimkan
kembali itu".
Handsaking Hardware
Suatu teknik untuk peraturan alir data ke
seberang suatu alat penghubung atas pertolongan isyarat yang laksanakan oleh
kawat terpisah.
Handsaking Software
Transmisi data ekstra pada suatu saluran dalam
rangka mengendalikan alat yang mengirimkan data di dalam arah yang lain pada
saluran. Karena suatu EIA-232 koneksi, alat-alat ini mengirimkan Control-S dan
Control-Q karakter untuk stop dan start transmisi.
Protokol
Sedangkan Protokol merupakan satu set peraturan dan prosedur untuk
bertukar-tukar data dari satu terminal dengan terminal lainnya. Hal ini dapat
kita bedakan antara protokol dengan handsaking, karena fungsi protokol hanya
mengatur signal yang diperoleh melalui proses handsaking. Namun keduanya
merupakan saling mendukung dari proses komunikasi pada sebuah interfacing.
Di dalam teknologi informasi, suatu protocol
dimana adalah suatu daun catatan yang ditempelkan ke suatu volume naskah,
menguraikan muatannya adalah yang khusus satuan aturan yang titik-akhir di
dalam suatu koneksi telekomunikasi menggunakan komunikasi. Protokol ada pada
beberapa tingkatan di dalam suatu koneksi telekomunikasi. Ada perangkat keras
telepon protokol. Ada protokol antar masing-masing beberapa lapisan fungsional
dan masing-masing lapisan yang bersesuaian di akhir yang lain dari suatu
komunikasi. Kedua-Duanya titik-akhir harus mengenali dan mengamati suatu
protokol. Protokol adalah sering diuraikan di dalam suatu industri atau
standard internasional.
3 alasan
yang perlu diketahui mengenai protokol
b. kode dari melakukan; "protokol
keselamatan"; "protokol akademis"
c. format etiket yang diamati oleh kepala-2 pada
suatu status
d. aturan menentukan transmisi dan format data
BUS INTERFACING
Alur atau Buses dimana berbagai jenis informasi
dilewati antar kelayakan unsur-unsur sistem microcomputer-based memisahkan
perhatian oleh karena dampak ketika keseluruhan pengoperasian sistem dan
capaian. Buses biasanya digolongkan dalam kaitan dengan pemilihan waktu
protokol yang, tak serempak, synchronous, dan synchronous memanfaatkan suatu
WAIT status, (semisynchronous). operasi dan prosedur yang umum terjadi di dalam
mikroprosesor interfacing ke memori dan alat sekeliling umum bus diskusi.
Sebagai tambahan terhadap alamat, data, dan control buses yang dihubungkan
dengan komputer mikro, handshaking dan kesewenang-wenangan (bus resolusi
konflik) buses adalah diperlukan untuk menerapkan berbagai bus alternatif.
Pertimbangan pokok dihubungkan dengan semua aspek ini bus interfacing adalah
keterlambatan dilibatkan dengan itu bus transaksi. Suatu pengarah penting bus
interfacing melibatkan memori di mikroprosesor sistem.
Secara umum, ada tiga jenis keterlambatan
dihubungkan dengan isyarat di dalam suatu sistem digital: logika, kapasitip,
dan waktu pemindahan. Suatu penundaan logika kadang-kadang Penundaan
perkembangbiakan yang dikenal sebagai waktu untuk keluaran dari suatu unsur
digital ke switch berkenaan dengan masukan. TTL gerbang keterlambatan adalah
3-6, atau perbedaan waktu antara dua isyarat yang memulai dari sumber yang
bersamaan waktu atau yang sama tetapi mengalami;mencoba keterlambatan berbeda,
yang terutama adalah hasil logika menunda. Suatu contoh dari disebabkan oleh
keterlambatan logika berbeda ditunjukkan Gambar 2.1.
Penundaan kapasitip adalah disebabkan oleh
pemuatan kapasitip pada keluaran dari suatu unsur logika. Gambar 2.2 adalah
suatu alur cerita perkembangbiakan yang khas menunda lawan mengisi kapasitansi
untuk TTL Schottky daya-rendah keluarga. Dari Gambar 1.2 dapat dilihat bahwa
rata-rata penundaan waktu meningkatkan pada suatu tingkat 0.08 ns/pF dan mempunyai
suatu nilai kira-kira 5 n untuk suatu 15-pF beban.
Waktu tunda pemindahan adalah waktu isyarat yang digital untuk
bepergian sepanjang suatu kawat atau papan sirkit yang dicetak melacak. Dari
jalur transmisi teori, yang terburuk waktu tunda pemindahan kasus panjangnya
unit, tp(ns), sama dengan
LC , di
mana :
L = induktans panjang unit
C = kapasitansi panjang unit dan
device-capacitance. tp = 2 ns/ft.
Begitu mempertimbangkan suatu bus melalui gerbang, ahli sandi, dan
seterusnya, total dari semua keterlambatan harus dipertimbangkan bersama dengan
menghasilkan miring isyarat. Suatu contoh kebaikan adalah presentasi dari suatu
menunjukkan itu suatu bus. Oleh karena keterlambatan yang bermacam-macam di
dalam alur garis alamat, bit alamat terjadi di bus.
Interfacing merupakan device yang dapat
menghubungkan terminal satu dengan lainnya, hal ini tidak terlepas dari bus
interfacing yang dapat dilihat pada gambar 2.1. Bus interfacing terdiri dari :
Bus menghubungkan semua komponen dalam unit mikrokomputer. Ada tiga
tipe bus yaitu:
4. Data Bus
(bus-D) :
bus dengan delapan penghantar, data dapat
diteruskan dalam arah bolak-balik (lebar data 8 bit) yaitu dari mikroprosesor
ke unit memori atau modul I/O dan sebaliknya.
5. Control
Bus (bus-C) :
meneruskan sinyal-sinyal yang mengatur masa
aktif modul mikrokomputer yang sesuai dengan yang diinginkan menurut kondisi
kerja.
6. Address
Bus (bus-A) :
meneruskan data alamat (misal alamat 16 bit),
dari penyimpan atau dari saluran masukan/keluaran yang diaktifkan pada saat
tertentu.
INTERFACING LAYER
Interfacing pada umumnya secara efektif
melintasi batas dari kesatuan yang lain. Dalam bidang elektronika, kesatuan
dapat dipandang dalam suatu pertunjukan hirarkis dari suatu sistem, subsistem,
komponen, dan tingkatan transistor. Batasan-Batasan harus dilintasi dalam semua
tingkatan ini. Dalam pelaksanaannya, akhir kebalikan spektrum, seperti efek
elektron sedang bergerak dan pelaksanaan instruksi waktu, mungkin telah untuk
menjadi mempertimbangkan.
Pada dasarnya sistem mikroprosesor, tidak terlepas dari sebuah
interfacing yang merupakan bagian dari rangkaian elektronika. Secara hirarki
struktur interfacing terdapat beberapa layer, diantarnya
a.
electrical (physical)
Fungsi dari layer electrical merupakan layer
yang mendasar dari suatu interfacing. Layer ini adalah layar fisik, karena
intrefacing dalam penggunaan umum berkaitan dengan setiap alat yang
penggunaannya adalah elektronika. Teknik Interfacing physical merupakan
pengembangan dari elektronika dan analog.
Layer signal merupakan layer yang digunakan
untuk menyampaikan dari dari satu titik ke titik yang lainnya. Pada layer ini
tergantung dari layer elektrical (fisik) yang dalam penggunaann umum, arus
listrik yang digunakan untuk menyampaikan data melalui sirkuit. Layer signal
adalah teknik pengembangan pada elektrical interfacing, bus interfacing, dan
data transfer.
c.
Logic
Pada layer logic merupakan suatu bentuk
argumentasi tanpa memandang arti khusus dari istilah argumentasi lain. Hal ini
dikarenakan layer signal sebagai penyampai datanya adalah arus listrik. Layer
logic adalah pengalamatan dari rangkaian aplikasi, bus interfacinf, dan data
transfer.
d. Protocol
Merupakan satu set peraturan dan prosedur untuk
bertukar-tukar data. Protocol interfacing adalah ilmu yang merupakan standar dan
implementasi dari suatu komunikasi.
e.
Code
Layer code merupakan representasi simbolik dari
data atau intruksi dalam bentuk kode atau intruksi.
f.
Algorithmic
Merupakan suatu yang berhubungan dengan
penggunaan algorithma untuk mendapatkan suatu hasil dalam interfacing
RANGKAIAN DASAR INTERFACE
Dalam melaksanakan pekerjaan, sistem digital
menerima informasi, beroperasi, dan menyediakan informasi sebagai suatu
keluaran. Operasi yang kompleks atau tidak, tetapi jika fungsi keluaran dan
masukan adalah tidak diterapkan dengan baik, maka sistem tersebut sangat
sia-sia. Batas antara sistem yang digital dan dunia luar disebut interface atau
yang lebih dikenal dengan interface.
Sebagai contoh, integrated circuit ( IC) chip yang
menghubungkan suatu keluaran data mikroprosesor pada suatu pencetak atau
tayangan disebut suatu interface keluaran. Memperhatikan interface didalam
suatu hirarki, dapat juga penghubung antara subsistem.
didalam suatu sistem digital. sesungguhnya, dan terdapat pada chips very Large Scale Intergration (VLSI). Komunikasi dan interface dihubungkan antar
subsistem digital adalah pertimbangan
yang paling utama didalam proses disain dan sampai kepada 70% atau lebih banyak
area chip.
KONSEP KOMUNIKASI SERIAL
Antarmuka Kanal serial lebih
kompleks/sulit dibandingkan dengan antarmuka melalui kanal paralel, hal ini
discbabkan karcna:
A. Dari Segi perangkat keras: adanya proses konversi data pararel menjadi
serial atau sebaliknya menggunakan piranti tambahan yang disebut UART
(Universal Asynchronous
Receiver/Transmitter); dan
B.
Dari Segi perangkat lunak: lebih banyak register yang digunakan atau
terlibat;
Namun di sisi lain antarmuka kanal serial menawarkan berapa kelebihan
dibandingkan secara paralel, antara lain:
1.
Kabel untuk komunikasi serial bisa lebih panjang
dibandingkan dengan paralel; data-data dalam komunikasi serial dikirim-kan
untuk logika '1' sebagai tegangan -3 s/d -25 volt dan untuk logika '0' sebagai
tegangan +3 s/d +25 volt, de-ngan demikian tegangan dalam komunikasi serial
memiliki ayunan tegangan maksimum 50 volt, sedangkan pada komunikasi paralel
hanya 5 volt. Hal ini menyebabkan gangguan pada kabel-kabel panjang lebih mudah
diatasi dibandingkan pada paralel;
2.
Jumlah kabel serial lebih sedikit; Anda bisa
menghubungkan dua perangkat komputer yang berjauhan dengan hanya 3 kabel untuk
konfigurasi null modem, yaitu TXD
(saluran kirim), RXD(saluran terima) dan Ground, bayangkan jika digunakan
teknik paralel akan terdapat 20 - 25 kabel! Namun pada masing-masing komputer
dengan komunikasi serial harus dibayar "biaya" antarmuka serial yang
agak lebih mahal;
3.
Banyaknya piranti saat ini (palmtop, organizer, hand-phone dan lain-lain) menggunakan
teknologi infra merah untuk komunikasi data; dalam hal ini pengiriman datanya
dilakukan secara serial. IrDA-1 (spesifikasi infra merah pertama) mampu
mengirimkan data dengan laju 115,2 kbps dan dibantu dengan piranti UART, hanya
panjang pulsa berkurang menjadi 3/16 dari standar RS-232 untuk menghemat daya;
4.
Untuk teknologi embedded
system, banyak mikrokontroler yang dilengkapi dengan komunikasi serial
(baik seri RISC maupun CISC) atau Serial
Communication Interface (SCI); dengan adanya SCI yang terpadu pada 1C
mikrokontroler akan mengurangi jumlah pin keluaran, sehingga hanya dibutuhkan 2
pin utama TxD dan RxD (di luar acuan ground).
Spesifikasi Perangkat Keras
Piranti-piranti
yang menggunakan komunikasi serial meliputi:
•
DTE = Data Terminal Equipment,
yaitu komputer itu sendiri;
• DCE = Data Communication Equipment, misalnya modem, plotter
dan
lain-lain;
Beberapa parameter yang
ditetapkan EIA (Electronics Industry
Association) antara lain:
•
Sebuah 'spasi' (logika 0) antara tegangan +3 s/d +25 volt;
•
Sebuah 'tanda' (logika 1) antara tegangan -3 s/d -25 volt;
•
Daerah tegangan antara +3 s/d -3 volt tidak didefinisikan (undefined);
•
Tegangan rangkaian terbuka tidak boleh lebih dari
25 volt (dengan acuan ground)',
•
Arus hubung-singkat rangkaian tidak boleh lebih
dari 500 mA. Sebuah penggerak (driver)
harus mampu menangani arus ini tanpa mengalami kerusakan.
Tabel
3.1. Perbedaan Pinout Untuk DB-9 Dan DB-25 (Male)
|
Pin DB25
|
Pin DB9
|
Singkatan
|
Keterangan
|
|
Pin 2
|
Pin 3
|
TD
|
Transmit Data
|
|
Pin 3
|
Pin 2
|
RD
|
Receive Data
|
|
Pin 4
|
Pin 7
|
RTS
|
Reguest To
Send
|
|
Pin 5
|
Pin 8
|
CTS
|
Clear To Send
|
|
Pin 6
|
Pin 6
|
DSR
|
Data Set Ready
|
|
Pin 7
|
Pin 5
|
SG
|
Signal Ground
|
|
Pin 8
|
Pin 1
|
CD
|
Carrier Derect
|
|
Pin 20
|
Pin 4
|
DTR
|
Data Terminal Ready
|
|
|
|
|
|
|
Pin 22
|
Pin 9
|
RI
|
Ring Indukator
|
Tabel
3.2. Fungsi-fungsi Kaki (pena/pin)
|
|
Singkatan
|
|
Keterangan
|
|
|
|
|
Fungsi
|
|
|
|
|
||
|
|
TD
|
|
Tranmisit
|
|
Untuk pengiriman data serial (TDX)
|
|
||||||||
|
|
|
Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
RD
|
|
Receuve
Data
|
|
Untuk penerimaan data serial (RDX)
|
|
||||||||
|
|
|
|
|
|
Digunakan
|
untuk
|
memberitahukan
|
|
||||||
|
|
CTS
|
|
Clear To Send
|
|
bahwa
Modem siap untuk melakukan
|
|
||||||||
|
|
|
|
|
|
pertukaran
data
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
|
|
|
Data Carrier
|
|
Saat modem mendeteksi suatu`Carieer`
|
|
||||||||
|
|
DCD
|
|
|
Dari
Modem lain
|
(dari
|
tempat
|
lain)
|
|
||||||
|
|
|
Detect
|
|
|
||||||||||
|
|
|
|
|
maka
signal ini akan diaktifkan
|
|
|
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
|
|
|
Data Set
|
|
Memberitahuakan
|
|
UART
|
bahwa
|
|
|||||
|
|
DSR
|
|
|
Modem
|
siap
|
untuk
|
melakukan
|
|
||||||
|
|
|
Ready
|
|
|
||||||||||
|
|
|
|
|
komunikasi
(Link)
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
Data Terminal
|
|
Kebalikan
|
|
dari
|
|
DSR,
|
|
untuk
|
|
||
|
|
DTR
|
|
|
memberitahukan
|
bahwa
|
UAT
|
siap
|
|
||||||
|
|
|
|
Ready
|
|
melakukan hubungan komunikasi
|
|
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||
|
|
|
|
Regues To
|
|
Signal
|
|
untuk
|
menginformasikan
|
|
|||||
|
|
RTS
|
|
|
modem
Bahwa UART siap melakukan
|
|
|||||||||
|
|
|
Send
|
|
|
||||||||||
|
|
|
|
|
pertukaran
data
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
Ring
|
|
Akan
|
aktif
|
jika
|
modem
|
mendeteksi
|
|
||||
|
|
RI
|
|
|
adanya
|
signal dering
dari
|
saluran
|
|
|||||||
|
|
|
Indikator
|
|
|
||||||||||
|
|
|
|
|
telepon
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
Konfigurasi Null Modem
Konfigurasi Null Modem
digunakan untuk menghubungkan
dua DTE, dengan diagram pengkabelan yang dapat dilihat pada
gambar 3.1. Dalam hal ini hanya dibutuhkan tiga kabel antar DTE, yaitu untuk
TxD, RxD dan Gnd. Cara kerjanya cukup mudah: yaitu bagaimana membuat komputer
agar mengira dia berkomunikasi dengan modem (DCE) bukan dengan komputer
lainnya.
Pada
gambar 3.1 terlihat bahwa kaki DTR (Data
Terminal Ready) dihubungkan ke DSR (Data
Set Ready) dan juga ke CD (Carrier
Detect) pada masing-masing komputer, sehingga pada saat sinyal DTR
diaktifkan maka sinyal DSR dan CD juga ikut aktif (konsep Modem Semu atau Virtual Modem). Karena komputer dalam
hal ini melakukan pengiriman data dengan kecepatan yang sama, maka kontrol
aliran (flow control) belum
dibutuhkan sehingga RTS (Request To Send)
dan CTS (Clear To Send) pada
masing-masing komputer saling
dihubungkan. Sedangkan untuk pengujian port serial bisa digunakan konfigurasi Loopback Plug sebagaimana ditunjukkan
pada gambar 3.2.
Jika anda memasang plug ini pada
komputer dengan perangkat lunak terminal (misalnya Hyperterminal pada Sistem
Operasi Windows), maka apa yang Anda ketikkan akan dimunculkan lagi (echoing).
Laju Kecepatan DTE/DCE
Laju kecepatan pengiriman data
yang sering dibicarakan adalah Iaju kecepatan DTE ke DCE (antara
PC dan modem atau disebut juga sebagai Iaju kecepatan terminal (terminal speed)) dan Iaju kecepatan
DCE ke DCE (antar modem yang berkomunikasi atau disebut juga sebagai Iaju kecepatan
jalur (line speed)).
Jika Anda menggunakan modem 28,8K
atau 36,6K, maka artinya kecepatan ini mengacu pada Iaju kecepatan DCE ke
DCE. Jika digunakan UART 16550a, maka Iaju kecepatan maksimumnya adalah 115.200
bps, sedangkan kebanyakan perangkat lunak yang digunakan saat ini digunakan
untuk mengatur Iaju kecepatan DTE kc DCE.
Interupsiin itu banyak modem saat
ini beredar di pasaran dilengkapi dengan fasilitas kompresi-dekompresi
(pemampatan-penguraian) data. Biasanya rasionya sekitar 1:4 (untuk berkas
teks), dengan demikian jika dilakukan transfer data dengan Iaju 28,8K (DCE ke
DCE), dengan modem yang berfasilitas kompresi data, maka artinya Anda
sebenarnya mengirimkan data tersebut dengan Iaju 115,2Kbps (DTE ke DCE). Hal
ini yang menyebabkan Iaju DTE ke DCE bisa lebih besar dari DCE ke DCE. Namun
ada juga modem yang bisa melakukan kompresi hingga rasionya mencapai 1:8,
sehingga kecepatan Iaju DTE ke DCE bisa mencapai 168.800 bps (modem <-->
UART). Jika digunakan 16550a, yang kecepatannya maksimum hanya 115.200 bps,
akan sia-saia saja, sehingga sebaik-nya digunakan UART 16550c yang kecepatan
pengiriman datanya bisa mencapai 230.400 bps. Angka-angka yang disebutkan
adalah angka-angka maksimum, kenyataannya bisa lebih rendah/kecil.
Daftar Pustaka :
http://robby.c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.16
https://id.wikipedia.org/wiki/Antarmuka
muhamadjaelani35.blogspot.com/2013/04/pengertian-interface.html